Latest News

Menyelami Makna, “Stop Dreaming Start Action”

18 Agu 2009 , Posted by Ipan Rahdian at 6:56 PM

“Stop Dreaming Start Action”.

Aku sering mendengarnya. Hingga terasa membosankan. Melelahkan. Ah! Aku ingin cita-citaku segera terwujud. Siapa saja, beri tahu aku! Apa yang harus aku lakukan?

. . . . . . . . .


Mengapa tindakan, yang terkenal dalam ungkapan bahasa Inggris, “Stop Dreaming Start Action”, selalu dibicarakan sebagai syarat mewujudkan impian, cita-cita, namun masih saja menjadi sebuah misteri, makna sebenarnya masih saja tersembunyi dengan rapih, selalu luput dari perhatian?

Pertanyaan ini selalu muncul dalam diriku, tatkala mendapat nasihat-nasihat dari para guru dan Orang Tua, agar sukses mencapai tempat yang lebih baik dalam kehidupan. Tidak terlepas dari apapun aspeknya, bidangnya.

Kuputuskan saja untuk keluar, menjelajahi dunia ini dengan caraku sendiri. Setiap padepokan dunia pun aku kunjungi untuk menemukan jawabannya. Seperti biasa, selalu saja sama.

Hingga suatu hari, di sebuah padepokan sederhana. Aku menanyakan pertanyaan yang biasa aku lontarkan.

“Apa kunci sukses (kebahagiaan) dalam kehidupan?”

Jawab Sang Guru, Orang Tua,

“Tindakan, nak. Bertindaklah! maka kau akan sukses, kau akan bahagia.”

Hanya itu? Aku masih sulit memahaminya meskipun sudah berusaha keras dan aku belum puas, lalu aku bertanya lagi,

“Apa artinya?”

Beliau pun menjawab dengan senyum,

“Tindakan ya tindakan. Bertindak hanyalah bertindak. tidak lebih dan tidak kurang.”

“Apakah pengetahuan tidak penting?”

“Penting. Pengetahuan memang penting. Tapi tindakan lebih penting.”

“Apa maksudnya?”

“Pengetahuan tanpa tindakan akan menyulitkan kita memahami sesuatu. Malah dapat membebani. Sedangkan tindakan, walapun tanpa pengetahuan akan memudahkan kita memahami sesuatu, dan akan memberikan kita pengetahuan. Namun, akan sangat baik jika kita memadukan keduanya.”

“Aku sudah memiliki pengetahuan, dan sudah bertindak. Namun, masih saja aku belum puas, belum sukses.”

“Ya, kau benar anakku. Kau memang sudah memiliki pengetahuan, tapi kau belum benar-benar bertindak. Makanya kau belum puas, belum sukses. Bertindak bukan berarti hanya melakukan sesuatu saja dan berakhir saat itu juga. Bertindak berarti kita hidup. Kita mengalir, mengalir bagai air. Bergerak, bergetar, seperti alam semesta.

Segala sesuatu di alam semesta bergerak, bergetar. Para ilmuwan pun telah menyaksikannya dan sependapat, bahwa benda mati yang kita lihat sebenarnya sedang bergerak. Molekul – molekulnya bergerak secara continue, terus menerus.”

“Aku masih belum mengerti.”

“Ya, memang. Ini memang sulit untuk dimengerti. Jadi, gak usah pusing – pusing mencoba untuk mengartikannya dengan pikiran. Kau akan terbebani. Karena, ini di luar wilayah pikiran. Pikiran kita tidak akan bisa memahaminya sebelum kita bertindak. So, Just do it!

Perlu kau ketahui nak, banyak terkandung sesuatu di dalam setiap tindakan, sesuatu yang tidak akan kau duga. Sesuatu yang bisa membuatmu puas, sukses. Sesuatu itu ibarat sebuah peti harta karun. Hanya orang-orang yang sudah menemukannya yang tahu isi peti harta karun itu dan mendapatkan keindahannya.

Kau harus menyelaminya. Bila perlu hingga dasar. Setelah kau menemukannya kau akan mengerti. Untuk itu, kau perlu menyelam.

Sekarang, belajar dan berusahalah untuk menyelaminya.

Setelah kau selesai dengan segenap kekuatanmu, kembalilah ke padepokanku ini. Lalu, ceritakan semuanya, apa saja yang telah kau temukan di sana. Maka akan aku tumpahkan juga segala isi makna yang telah aku temukan di kedalamannya.

Ceritaku dan ceritamu akan menyatu dan saling melengkapi. Maka, pengetahuan kita tentangnya pun akan semakin luas.”

“Dengan apa aku harus menyelam?”

“Dirimu sendiri. Kau harus mengalaminya sendiri.”

“Baik. Lalu, apa saja yang harus aku lakukan, aku persiapkan, untuk mulai menyelaminya?”

“Kau tidak perlu mempersiapkan apa-apa lagi. Pengetahuan sudah kau miliki. Apa lagi yang harus kau persiapkan? apa lagi yang harus kau tunggu? Terlalu banyak pengetahuan membuat kau lelah, kau bisa hilang arah. Kau hanya perlu katakan pada dirimu, lahir dan batin, bahwa kau telah siap, dan akan segera bertindak. Itu saja.


Begini, Anakku. Ada perbedaan antara Tindakan dan Perbuatan. Perbuatan selalu terikat oleh belenggu Pikiran. Perbuatan selalu menunggu konfirmasi pikiran untuk melakukan sesuatu. Sehingga kau dikuasai oleh pikiranmu. Dikendalikan pikiranmu.

Pikiran akan selalu ikut campur. Ia akan terus mencoba untuk menebak dan menyesuaikan segala sesuatunya dengan logika, kenyataan, dan bukti-bukti yang sudah ada. Hingga mengahambatmu untuk bertindak. Ini adalah akar dari sifat menunda. Biarkan saja pikiranmu dengan tingkah lakunya. Kau bukanlah pikiranmu. Kau adalah sang pengendali.

Sedangkan tindakan sebaliknya, ia terbebaskan. Kau bebas. Kau tidak perlu menunggu persetujuan pikiran untuk melakukan sesuatu. Kau adalah pengendali sang pikiran. Ya, dalam artian kau sedang dalam kondisi sadar dengan bertindak. Kau sedang menjadi dirimu sendiri. Kau bebas memilih dan berhak menentukan yang baik bagimu dan kehidupanmu.


Bertindaklah! Maka kau dan pikiranmu akan mengerti dengan sendirinya.

Just do it, son!”

“Lalu, bagaimana dengan mimpi? Apa makna kalimat “Stop Dreaming Start Action”? Apa aku harus berhenti bermimpi?”

. . . . . . . . . .

Artikel Terkait



Currently have 0 komentar: